Senin, 24 Februari 2014

NIKAH MUDA ? YES OR NO.....

Peranan wanita jika menikah diusia muda
          Ladies, sudah cinta mati dengan si dia dan benar-benar ingin menikah dan hidup bersama dengannya? Tunggu, lihat dulu usia Anda dan si dia ya. Para ahli menyebutkan sebanyak 55% dari pengantin dibawah usia 18 tahun ternyata mengidap sedikit suatu kelainan. Hanya 45% dari mereka yang menikah pada usia yang lebih tua yang dipengaruhi oleh satu dari beberapa kondisi tersebut. Selisihnya memang tipis, namun para peneliti menganggap perbedaan tersebut cukup signifikan secara statistik.
Pada situs health.usnews.com, Centre for Addiction and Mental Health Toronto University menjelaskan bahwa pernikahan dini mempengaruhi kesehatan mental pada kaum perempuan. Pernikahan di usia muda berefek negatif pada kesehatan mental wanita di masa depan. Artikel dalam jurnal Pediatrics menyebut, wanita yang menikah di bawah usia 18 tahun lebih mungkin mengalami masalah kesehatan mental, termasuk gangguan depresi, kecemasan dan bipolar. Mereka juga lebih cenderung mengalami ketergantungan pada alkohol, obat-obatan dan nikotin. Selain itu juga dijelasakan pernikahan dini cenderung lebih rapuh, karna disebabkan kadar tertoteron pada pria muda yang terlalu tinggi.
Secara psikologis, mental remaja juga belum siap untuk menghadapi berbagai masalah dalam pernikahan. Akibatnya, banyak terjadi perceraian di usia muda dan kekerasan dalam rumah tangga. Selain itu cukup sulit memang untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang resiko kesehatan yang dihadapi oleh perempuan yang menikah dibawah usia 18 tahun. Hendaknya seseorang yang akan menikah siap secara mental bukan hanya secara biologis. Nah, masih ingin nikah muda ladies? Pikir-pikir dulu ya.



DAMPAKNYA:
Dampak positif Menikah Muda
·         Di usia yang lebih muda, wanita sedang dalam masa bersemangat. Sehingga saat menikah dan memulai rumah yang tangga, ada energi besar untuk mengurus suami dan anak.
·         Pemikiran wanita muda relatif masih polos dan tidak terbebani banyak hal, sehingga dia bisa lebih fokus pada rumah tangganya tanya mengkhawatirkan banyak hal, tidak seperti wanita dewasa yang sering takut dan mencemaskan banyak hal.
·         Kondisi kesehatan wanita yang lebih muda biasanya lebih baik, sehingga kesiapan untuk hamil dan melahirkan lebih aman untuk kesehatannya dan kesehatan bayi.
·         Saat usia muda, wanita muda masih memiliki banyak orang yang mendampingi pernikahannya. Teman-temannya masih banyak yang lajang dan bisa dimintai bantuan, orang tua juga relatif masih sehat dan muda, sehingga dia tidak akan merasa kesepian.
·         Lebih banyak waktu untuk mengenal karakter suami. Mungkin awalnya ada sedikit konflik, tetapi bukankah konflik merupakan bumbu rumah tangga? Jika pasangan usia muda bisa mengelola konflik dengan baik, ikatan pernikahan justru semakin kencang.
Dampak negatif Menikah Muda
·         Wanita muda biasanya kaget dengan rutinitas baru setelah menikah, bahkan tidak sedikit wanita yang melihat sang suami berubah, tidak lagi sempurna dan manis seperti saat pacaran. Wanita yang tidak bisa mengelola perubahan ini biasanya akan depresi dan tertekan, tidak bahagia dengan pernikahannya.
·         Banyak wanita muda yang merasa mengorbankan masa mudanya untuk keluarga dan fokus membesarkan anak-anak, sedangkan teman sebaya mereka masih bisa bersenang-senang,
·         Memasuki awal usia 20 tahun atau di awal usia 20 tahun, pemikiran wanita biasanya masih belum matang. Dia belum mengenal dirinya sendiri dan cenderung masih ikut arus. Belum memahami sebenarnya apa keinginan terbesar dalam hidupnya. Sering juga wanita jatuh cinta dan menikah dengan pria yang salah karena pemikirannya masih belum stabil.
·         Merawat dan mengasuh anak bukan pekerjaan mudah, wanita yang menikah di usia muda seringkali mengorbankan karir untuk mengurus anaknya. Beberapa wanita merasa menyesal karena pengorbanan ini tidak menghasilkan materi.
·         Seiring berjalannya waktu, wanita akan merasa telah mengorbankan banyak hal untuk suami dan anak-anaknya, dan itu terus terjadi hingga usia menua. Cinta yang awalnya menggebu jadi datar dan hanya sekedar formalitas saja. Tidak jarang pasangan yang menikah muda rentan perselingkuhan dan perceraian.
·         Apapun pilihan Anda, pernikahan adalah soal pilihan. Di usia berapapun Anda menikah, selama bisa mengatasi rintangan dengan baik, maka pernikahan akan menjadi media yang memberi kebahagiaan dan pelajaran menyenangkan.
Punya pengalaman soal pernikahan, ladies? Silakan bagi pengalaman Anda untuk sahabat Vemale di kolom komentar!