Peranan wanita jika menikah diusia muda
Ladies, sudah cinta mati dengan si dia dan benar-benar
ingin menikah dan hidup bersama dengannya? Tunggu, lihat dulu usia Anda dan si
dia ya. Para ahli menyebutkan sebanyak 55%
dari pengantin dibawah usia 18 tahun ternyata mengidap sedikit suatu
kelainan. Hanya 45% dari mereka yang
menikah pada usia yang lebih tua yang dipengaruhi oleh satu dari beberapa
kondisi tersebut. Selisihnya memang tipis, namun para peneliti menganggap
perbedaan tersebut cukup signifikan secara statistik.
Pada situs health.usnews.com,
Centre for Addiction and Mental Health Toronto University menjelaskan bahwa
pernikahan dini mempengaruhi kesehatan mental pada kaum perempuan. Pernikahan
di usia muda berefek negatif pada kesehatan mental wanita di masa depan.
Artikel dalam jurnal Pediatrics menyebut, wanita yang menikah di bawah usia 18
tahun lebih mungkin mengalami masalah kesehatan mental, termasuk gangguan
depresi, kecemasan dan bipolar. Mereka juga lebih cenderung mengalami
ketergantungan pada alkohol, obat-obatan dan nikotin. Selain itu juga
dijelasakan pernikahan dini cenderung lebih rapuh, karna disebabkan kadar
tertoteron pada pria muda yang terlalu tinggi.
Secara psikologis, mental
remaja juga belum siap untuk menghadapi berbagai masalah dalam pernikahan.
Akibatnya, banyak terjadi perceraian di usia muda dan kekerasan dalam rumah
tangga. Selain itu cukup sulit memang untuk memberikan pemahaman kepada
masyarakat tentang resiko kesehatan yang dihadapi oleh perempuan yang menikah
dibawah usia 18 tahun. Hendaknya seseorang yang akan menikah siap secara mental
bukan hanya secara biologis. Nah, masih ingin nikah muda ladies? Pikir-pikir
dulu ya.
DAMPAKNYA:
Dampak positif Menikah
Muda
·
Di usia yang lebih muda, wanita sedang dalam masa bersemangat. Sehingga
saat menikah dan memulai rumah yang tangga, ada energi besar untuk mengurus
suami dan anak.
·
Pemikiran wanita muda relatif masih polos dan tidak terbebani banyak hal,
sehingga dia bisa lebih fokus pada rumah tangganya tanya mengkhawatirkan banyak
hal, tidak seperti wanita dewasa yang sering takut dan mencemaskan banyak hal.
·
Kondisi kesehatan wanita yang lebih muda biasanya lebih baik, sehingga
kesiapan untuk hamil dan melahirkan lebih aman untuk kesehatannya dan kesehatan
bayi.
·
Saat usia muda, wanita muda masih memiliki banyak orang yang mendampingi
pernikahannya. Teman-temannya masih banyak yang lajang dan bisa dimintai
bantuan, orang tua juga relatif masih sehat dan muda, sehingga dia tidak akan
merasa kesepian.
·
Lebih banyak waktu untuk mengenal karakter suami. Mungkin awalnya ada
sedikit konflik, tetapi bukankah konflik merupakan bumbu rumah tangga? Jika
pasangan usia muda bisa mengelola konflik dengan baik, ikatan pernikahan justru
semakin kencang.
Dampak negatif Menikah
Muda
·
Wanita muda biasanya kaget dengan rutinitas baru setelah menikah, bahkan
tidak sedikit wanita yang melihat sang suami berubah, tidak lagi sempurna dan
manis seperti saat pacaran. Wanita yang tidak bisa mengelola perubahan ini
biasanya akan depresi dan tertekan, tidak bahagia dengan pernikahannya.
·
Banyak wanita muda yang merasa mengorbankan masa mudanya untuk keluarga dan
fokus membesarkan anak-anak, sedangkan teman sebaya mereka masih bisa
bersenang-senang,
·
Memasuki awal usia 20 tahun atau di awal usia 20 tahun, pemikiran wanita
biasanya masih belum matang. Dia belum mengenal dirinya sendiri dan cenderung
masih ikut arus. Belum memahami sebenarnya apa keinginan terbesar dalam
hidupnya. Sering juga wanita jatuh cinta dan menikah dengan pria yang salah
karena pemikirannya masih belum stabil.
·
Merawat dan mengasuh anak bukan pekerjaan mudah, wanita yang menikah di
usia muda seringkali mengorbankan karir untuk mengurus anaknya. Beberapa wanita
merasa menyesal karena pengorbanan ini tidak menghasilkan materi.
·
Seiring berjalannya waktu, wanita akan merasa telah mengorbankan banyak hal
untuk suami dan anak-anaknya, dan itu terus terjadi hingga usia menua. Cinta
yang awalnya menggebu jadi datar dan hanya sekedar formalitas saja. Tidak
jarang pasangan yang menikah muda rentan perselingkuhan dan perceraian.
·
Apapun pilihan Anda, pernikahan adalah soal pilihan. Di usia berapapun Anda
menikah, selama bisa mengatasi rintangan dengan baik, maka pernikahan akan
menjadi media yang memberi kebahagiaan dan pelajaran menyenangkan.
Punya pengalaman soal pernikahan,
ladies? Silakan bagi pengalaman Anda untuk sahabat Vemale di kolom komentar!